2010
08.30

Akhir rumor itu terjadi juga :D

Sertifikasi-sertifikasi Sun per 1 September 2010 berubah nama menjadi Oracle :D

Lebih jelas, dapat dilihat disini, dan disini.

Yang menarik, untuk Java EE 6 platform akan ada 5 jalur (dulu hanya ada 3 jalur) :

  1. Servlet dan JSP
  2. JSF
  3. Web Service
  4. EJB
  5. JPA

Kereeen…….

2010
08.06

1. Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai – Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis – Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses – Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar – Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi – Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai – Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri – Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan – Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus – Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen – Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas – Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas – Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas – Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Menacampuradukan Keuangan – Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah – Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan – Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga – Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk – Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

Referensi : http://klassus.smasa-nganjuk.sch.id/orang-pintar-vs-orang-bodoh-menurut-bob-sadino/

2010
08.05

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis…

Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.

Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,sementara itu orang pintar percaya.

Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi staf-nya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.

Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar ‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.

Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Henry (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Sioe Liong (BCA group). Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat (S1), tapi kemudian menjadi kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN :
> Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
> Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
> Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
> Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??

KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh. Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’, karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.

Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh…

Diamanakah posisi anda saat ini…?
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang…

Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.

Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya, lalu perhatikan apa yang terjadi…

referensi : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4803989

2010
07.24

Saat ini saya menggunakan m2eclipse untuk urusan per-maven-an pada eclipse saya. Sayangnya, setiap saya menggunakan fasilas yang terkait dengan maven, selalu keluar tulisan “Eclipse is running in a JRE, but a JDK is required“.
Untuk mengatasi hal ini, ketika saya menjalankan eclipse, saya menambahkan perintah -vm, sehingga menjadi eclipse -vm "C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_18\bin\javaw
Pada perintah di atas, “C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_18\bin\javaw” adalah lokasi JDK saya.

2010
06.12

Some JSR I Should Know

  • JSR 303 – Bean Validation
  • JSR 299 – Context and Dependency Injection (aka: Web beans)
  • JSR 330 – Dependency Injection
  • JSR 286 – Portlet 2
  • JSR 186 – Portlet 1
  • JSR 318 – EJB 3.1
  • JSR 220 – EJB 3.0
  • JSR 137 – JPA 2.0
  • JSR 314 – JSF 2.0
  • JSR 252 – JSF 1.2
  • JSR 127 – JSF 1.0
  • JSR 250 – Common Annotations
2010
06.07

Dalam beberapa tahun ini, stack framework utama saya dalam develop project adalah Spring+Hibernate. Saya mulai merasakan kebosanan dalam penggunaan stack ini. Apalagi saya masih menggunakan old style configuration (baca : XML configuration ) :( . Paling tidak, berikut ini adalah yang harus saya buat untuk develop  :

1. Hibernate Entity
2. HBM file
3.Interface Dao
4. Dao Implement (Hibernate)
5. Konfigurasi XML untuk Dao
6. Interface Service
7. Service Implement (POJO)
8. Konfigurasi XML untuk Service
9. Class  Controller (Spring-MVC)
10. Command class controller
11. Validator controller
12. Konfigurasi XML untuk controller
13. JSP
14. Validasi level view (javascript / JQuery)

14 hal yang harus saya buat :( too much. Mungkin sudah saatnya untuk menggunakan new style configuration Spring (baca: spring annotation ataupun JSR 330) + JSR 303-Bean validation. Bila menggunakan annotation based + JSR 303, akan ada 6 hal yang hilang dari daftar di atas, menjadi :

1. Entity (JSR 137 + 303)
2. Interface Dao
3. Implementasi Dao (JSR 330)
4. Interface Service
5. Implementasi Service (JSR 330)
6. Controller (dengan annotation)
7. Command class controller + mekanisme JSR 303
8. JSP

Sekarang hanya 8 hal yang perlu saya kerjakan. Lebih sedikit dan lebih cepat. Eits, atau mungkin saya harus sekalian berpindah framework ke JBoss Seam??? hanya perlu :

1. Entity
2. Interface Action
3. Implementasi action
4. xhtml

Wow!!! hanya 4!!! mmmm……

2010
06.03

Eclipse shortcut

Sebagai developer java, saya hampir setiap hari menggunakan eclipse sebagai IDE saya. Satu yang saya pelajari ketika menggunakan eclipse adalah kita jauh lebih produktif bila kita mulai mengurangi penggunaan mouse dan menggantinya dengan tombol-tombol shortcut.

Berikut adalah beberapa shortcut yang sering saya gunakan :

  1. ctrl-shift-f : Format source code
  2. ctrl-shift-o : Organize import
  3. alt-shift-m : Extract method (refactor)
  4. ctrl-1 : Quick fix
  5. ctrl-3 : Quick Access
  6. alt-up / alt-down : Memindah suatu line ke baris atas/bawah
  7. alt-shift-w : show in
  8. ctrl-pgup / ctrl-pgdn : Pindah window
  9. ctrl-shift-r : Open resource
  10. ctrl-t : Membuka type hierarchy
  11. ctrl-d : Menghapus sebuah baris
  12. ctrl-m : Maximize window aktif
  13. ctrl-space : Code completion
  14. ctrl-f4 : Tutup window aktif
  15. ctrl-up / ctrl-down : Menggeser layar satu baris ke atas/bawah
  16. ctrl-F7 : Change View
2010
05.30

Ketika kita mendevelop portlet pada liferay, session akan hilang ketika kita login ke dalam liferay.
Session yang hilang karena memang diinvalidate oleh liferay untuk alasan keamanan.
Agar session tidak hilang, kita harus memberikan konfigurasi berikut pada portal-ext.properties :

session.enable.phishing.protection=false
2010
05.30
GET :
	formBackingObject
	initBinder
	showForm
	referenceData
POST (wrong POST) :
	formBackingObject
	initBinder
	onBind
	onBindAndValidate
	processFormSubmission
	showForm
	referenceData
POST (right POST) :
	formBackingObject
	initBinder
	onBind
	onBindAndValidate
	processFormSubmission
	onSubmit

Sebagai tambahan, anda dapat melihat disini untuk cheat sheet SimpleFormController
2010
05.23

Kata Mutiara Imam Syafii

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan









*Karya Imam Syafii, disalin dari Novel “Negeri 5 Menara” karya A.Fuadi